Silaturahmi Pak Najib

November 5, 2008 at 2:00 pm (Uncategorized)

Permalink 2 Komentar

Outing Palm Spring

November 5, 2008 at 1:35 pm (Uncategorized) (, , )

Permalink 1 Komentar

RM Sunda Laksana Panbil

November 5, 2008 at 12:17 pm (Uncategorized) (, , )

Huh, Sambelnya Nendang Banget!
 
RM Sunda Laksana Panbil

Makanan khas sunda selalu identik dengan sambel dan lalap-lalapan. Bukan rumah makan sunda jika tidak dilengkapi dengan atribut-atribut makanan khas itu. Soal lalap, rasa dan jenisnya dimana pun sama. Ada yang direbus, ada juga yang mentah. Tapi soal sambal, pasti beda. Sambel yang satu ini, pedas pisan!
”Sambelnya nendang banget!,” begitu kata Uum salah seorang pelanggan RM Sunda Laksana Cabang Panbil, yang dibuka 22 Oktober 2008.
” Pertamanya sih manis, eh, lama-lama tahunya pedas banget!” tambahnya lagi. Dia begitu puas dengan sambal rumah makan sunda ini.
Warna sambalnya yang merah kehitam-hitaman dengan butiran-butiran biji cabai merah yang kasar benar-benar menggoda selera. Rasanya semakin mendorong urat syaraf ketika dicolekkan dengan berbagai macam lalapan mulai dari rebus daun pepaya, daun singkong hingga lalapan mentah seperti timun, kol, daun kemangi dan lainnya.
”Sambel dadakan di sini, memang khasnya,” ujar Hendar, pengelola RM Laksana yang sengaja didatangkan dari Bandung.
Bagi warga Bandung yang tinggal di Batam atau yang sering berkunjung ke Bandung Jawa Barat, kata Hendar, RM Laksana sudah tidak asing lagi. ” Moal bireuk deui,” kata Hendar dengan bahasa sunda yang berarti  tidak asing lagi.
 RM Laksana di Bandung berpusat di Jl Soekarno Hatta.  Jika hari libur terutama hari Raya Idul Fitri, kunjunganpun meningkat. ‘’ Jika hari itu, kebutuhan beras pun mencapai satu ton setiap hari,’’ paparnya.
 Di Batam, saat ini sudah ada dua cabang. Pertama di Nagoya dan terakhir di Panbil. ”Semua masakannya sama. Di sini tidak memasak, semua masakan diolah di Nagoya,” urai Hendar. Hanya makanan tertentu saja yang diolah di Panbil.
Dari segi property, RM Laksana Panbil biasa saja. Tidak ubahnya warung di Batam pada umumnya. Tidak ada mencirikan rumah makan sunda yang biasa memberikan suasana kampung dengan rumah kayu-kayu. Hanya saja suasana parasmanan yang menjadi ciri khas masakan sunda.
Beberapa menu yang ditawarkan, diantaranya sayur asem, karedok, pepes ikan, pepes ayam, perkedel jagung, bakwan udang, tempe tahu, sate, gepuk dan lainnya.
Yang khas adalah sambalnya. Sambel dadakan yang artinya sambel yang dibuat secara mendadak. Cara membuat sambel ini sederhana dan seperti sambel-sambel yang lain yang terdiri dari campuran terasi, cabe rawit, cabe merah, bawang merah dan gula aren. 
”Yang membedakannya, terasinya ini,” ujar Hendar lagi.
Terasinya didatangkan khusus di Bandung. ” Terasinya kita buat sendiri di Bandung,” kata Hendar. Karenanya, terasinya tidak ada yang menyamainya.
Selain terasi, Hendar menyebut, ada beberapa bumbu lain yang sengaja didatangkan dari Bandung yaitu jeruk purut dan teh. ” Jeruk purut di sini tidak sama dengan di Bandung dari harum dan rasanya.” sebutnya.
Sebelumnya, gula aren untuk bumbu sambel harus didatangkan dari Bandung. ‘’ Setelah cari satu minggu, barulah dapat,’’ kata Hendar lagi. Untuk sambal ini, Hendar pantang menggantikan gula arennya dengan gula yang lain.
Kebutuhan terasi di Batam ini, ujar Hendar setiap harinya rata-rata 1,5 – 2kg. ‘’ Karenanya dari Bandung kita datangkan terasi 20 kg setiap sepuluh hari sekali. Begitu juga untuk teh dan dan jeruk purut,’’ ujarnya. Keberhasilan RM Laksana berasal dari sambalnya. Karena itulah kualitas sambal dan bahan baku terasi sangat dijaganya. ***

Permalink 5 Komentar

Hello world!

November 5, 2008 at 10:39 am (Uncategorized)

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Permalink 1 Komentar

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.